Kayu gelap & leather
Meja kayu, sofa kulit cokelat, dan permukaan yang makin bagus dipakai. Bukan plastik yang menyerupai kayu.
CERITA TEMPAT — SEJAK 1958
Kami tidak membuat set dekorasi era 60-an. Kami membuat cafe yang bekerja seperti cafe — hanya saja dengan kayu yang lebih gelap, kopi yang lebih jujur, dan lampu yang lebih sayang mata. Barang-barang lama di sini dipilih karena enak dipandang dan enak dipakai, bukan karena terlihat tua.
Rencanakan kunjunganPRINSIP SATU BARIS
“Cafe bukan sekadar menjual nostalgia. Tujuannya membuat suasana old-school terasa relevan untuk kebiasaan nongkrong generasi sekarang.”
— dari context pack brand, The Parlour 1958
MATERIAL YANG KAMI PILIH
Kombinasi yang sama dari bar sampai sofa — konsisten di setiap sudut, tanpa terasa seperti panggung.
Meja kayu, sofa kulit cokelat, dan permukaan yang makin bagus dipakai. Bukan plastik yang menyerupai kayu.
Aksen kuningan di bar dan rak botol dekoratif — detail yang bikin sudut belakang jadi spot foto favorit.
Poster musik lawas, tumpukan buku, dan jam dinding retro. Dipilih biar terasa hidup, bukan seperti museum.
Cahaya kuning hangat yang turun rendah di meja. Siang untuk kerja, malam untuk tinggal lama.
MUSIK & RITME
Jazz ringan dan soul waktu sibuk kerja; blues dan rock klasik saat malam mulai hidup. Volume dijaga supaya obrolan selalu menang.
Sedang diputar di bar
*daftar lagu berubah tiap shift — datang untuk mengecek sendiri
SATU HARI DI PARLOUR
Bawa laptop, bawa teman, atau bawa kamera. Sisanya tersedia di bar.